Mengenal Bahasa Pemograman Basic menggunakan Bascom AVR Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

Mengenal Bahasa Pemograman Basic menggunakan Bascom AVR Blog Adi Sanjaya Global Techno Solution - AS-GTS

Size
Price:

Read more


Bahasa Pemograman Basic menggunakan Bascom AVR
Ada banyak cara menuliskan program ke mikrokontroler, salah satunya bahasa basic. Alasan penggunaan bahasa ini adalah kemudahan dalam pemahaman pemograman dan jika kita menggunakan compiler Bascom AVR maka terasa mudah karena sudah dilengkapi dengan simulator.
1.       Tipe Data
Tipe data berhubungan dengan variable atau konstanta yang akan menunjukkan daya tampung atau jangkauan dari variable/konstanta tersebut. Tipe data pada Bascom dapat dilihat pada tabel 3 :
Tabel 3. Tipe data dan ukurannya (Afrie Setiawan : 2011)
Tipe Data
Ukuran (Byte)
Jangkauan
Bit
1/8
0 atau 1
Byte
1
0 s/d 255
Integer
2
-32.768 s/d 32.767
Word
2
0 s/d 65535
Long
4
-2147483648 s/d 2147483647
Single
4
1,5 x 10-45 s/d 3,4 x 1038
Double
8
5 x 10-324 s/d 1,7 x 10308
String
254


2.       Variabel
Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara. Variabel diberi nama dan dideklarasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Aturan pemberian nama variable sebagai berikut :
a.         Harus dimulai dengan menggunakan huruf
b.         Tidak boleh ada nama variable yang sama pada lingkup yang sama.
c.         Maksimum 32 karakter.
d.        Tidak boleh ada spasi.
e.         Tidak boleh menggunakan karakter-karakter khusus yang digunakan untuk operator.
Variable dapat dideklarasikan dengan cara :
                  Dim <namaVariable> As <TipeData>
Contoh :
Dim angka As Integerà angka sebagai variable dengan tipe integer
Dim bilangan As byteà bilangan sebagai variable dengan tipe byte

Jika bilangan variabel dideklarasikan dalam satu baris, maka dipisah dengan tanda koma.
Contoh :
                  Dim angka As integer, bilangan As byte

3.       Konstanta
Berbeda dengan variable, sebuah konstanta akan bernilai tetap. Sebelum digunakan, konstanta dideklarasikan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :
a.         Dim nama_konstanta As Const nilai_konstanta
b.         Const nama_konstanta = nilai_konstanta
Contoh :
Dim pembagi As Const 23 ‘pembagi=23
Const pembagi = 23

4.       Penulisan Bilangan
Pada Bascom-AVR, bilangan kita tuliskan dalam 3 bentuk :
a.         Desimal ditulis biasa, contoh 16
b.         Biner diawali dengan &B, contoh : &B10001111
c.         Heksadesimal diawali dengan &H, contoh : &H8F
5.       Alias
Untuk mempermudah pemograman, biasanya nama register dalam mikrokontroler dibuatkan nama yang identik dengan hardware yang dibuat.
Contoh :
      LED_1 alias PORTC.0 à  nama lain dari PORTC.0 adalah LED
      SW_1  alias PINC.1   à  nama lain dari PINC.1 adalah SW_1

6.       Array
Array atau larik merupakan sekumpulan variable dengan nama dan tipe yang sama, yang berbeda indeks keanggotaannya. Cara mendeklarasikan array sebagai berikut :
      Dim nama_array(jumlah-anggota) As tipe_data
Contoh :
Dim Voltage (5) As byte à variable voltage dengan tipe data byte mempunyai anggota 5.

      Untuk mengakses Array dengan cara :

Voltage (1) = 25 à anggota pertama dari variable voltage diisi dengan bilangan 25.
PORTC = voltage(1) à PORTC diisi nilai anggota pertama dari variable voltage.

7.       Operator
Bascom-AVR menyediakan beberapa operator untuk pengolahan data, diantaranya operator aritmatik, operator relasional dan operator logika.
a.         Operator Aritmatik
Tabel 4. Operator Aritmatik Bascom AVR(Afrie Setiawan : 2011)
Operator
Keterangan
+
Operasi penjumlahan
-
Operasi pengurangan
*
Operasi perkalian
/
Operasi pembagian
%
Operasi sisa pembagian
b.        Operator Relasional
Tabel 5. Operator Relasional  Bascom AVR(Afrie Setiawan : 2011)
Operator
Keterangan
Contoh
=
Sama dengan
A=B
<> 
Tidak sama dengan
A<>B
Lebih besar dari
A>B
Lebih kecil dari
A<B
>=
Lebih besar atau sama dengan
A>=B
<=
Lebih kecil atau sama dengan
A<=B

c.         Operator Logika
Tabel 6. Operator Relasional  Bascom AVR(Afrie Setiawan : 2011)
Operator
Keterangan
Contoh
AND
Operasi AND
&B110 And &B101 hasilnya &B100
OR
Operasi OR
&B11001 Or &B10111 hasilnya &B11111
NOT
Operasi NOT
NOT &HFF hasilnya &H00
XOR
Operasi XOR
&B1001 Xor &B0111 hasilnya &B1110


8.       Struktur Pemilihan
a.    If – Then
Merupakan pernyataan untuk menguji apakah kondisi bernilai benar atau salah untuk melakukan sebuah instruksi. Syntax penulisannya sebagai berikut :
If <kondisi> Then <perintah>                       (1 baris perintah)
If <kondisi> Then                              (lebih dari 1 perintah)
                        <Perintah 1>
                        <Perintah 2>
                        ………………….
End If

b.   If – Then – Else
Untuk keadaan dimana kedua kondisi (benar maupun salah) tetap dikenai perintah. Syntax penulisannya sebagai berikut :
If <kondisi> Then
                        <Perintah 1>
Else
                        <Perintah 2>
End If

c.    If – Then – Elseif
Kita gunakan ketika terdapat lebih dari satu pengujian kondisi. Syntax penulisannya sebagai berikut :
If <kondisi 1> Then
                        <Perintah 1>
Elseif <kondisi 2> Then
                        <Perintah 2>
Elseif <kondisi 3> Then
                        <perintah 3>
End If
d.   Select – Case
Untuk menangani pengujian kondisi yang banyak, maka akan lebih sederhana menggunakan Select – Case. Cara penulisannya :
Select case <variable>
                        Case 1 : <Perintah 1>
                        Case 2 : <Perintah 2>
End Select

9.       Struktur Perulangan
a.    For – Next
Perintah ini kita gunakan untuk melaksanakan perintah secara berulang sesuai dengan jumlah dan tingkat perulangannya. Syntax penulisannya adalah :
For <variable=nilai awal> To <nilai_akhir> <step penambahan>
            <pernyataan>
Next

b.   Do – Loop
Pernyataan ini untuk melakukan perulangan selama kondisi terpenuhi. Syntax penulisannya adalah :
Do
            <pernyataan>
Loop

Jika perulangan yang dilakukan terbatas, sesuai kondisi yang diinginkan, maka caranya sebagai berikut :
Do
            <pernyataan>
Loop Until                  <Kondisi>
c.    While – Wend
Bentuk perulangan ini akan melakukan perulangan jika sebuah syarat kondisi terpenuhi. Syntax penulisannya adalah :
While <kondisi>
                        <perintah>
Wend

10.   Struktur Lompatan
a.    Gosub
Perintah ini akan melakukan lompatan ke label yang ditunjuk, biasanya untuk mengerjakan sebuah rutin perintah, kemudian kembali lagi setelah rutin perintah tersebut selesai dikerjakan. Rutin yang dibuat harus dituliskan perintah Return pada akhir pernyataan.
b.   Goto
Perintah ini untuk melakukan lompatan ke label untuk melakukan instruksi tanpa kembali lagi, sehingga tidak perlu Return.
c.    Exit
Untuk keluar secara langsung dari perulangan Do-Loop, for-Next, While-Wend.  Syntax penulisannya sebagai berikut :
EXIT FOR (untuk perulangan For-Next) EXIT DO (perulangan Do-Loop)
                         EXIT WHILE (perulangan While-Wend) EXIT SUB (perulangan Sub - Endsub)

0 Reviews

Contact form

Name

Email *

Message *