Read more
KONFIGURASI PORT SERIAL
Gambar berikut ini
adalah gambar konektor port serial DB-9 pada bagian belakang CPU. Pada komputer
IBM PC kompatibel biasanya kita dapat menemukan dua konektor port serial DB-9
yang biasa dinamai COM1 dan COM2.
Gambar Konektor serial DB-9 pada bagian belakang CPU
TABEL
3.1. Konfigurasi pin dan nama sinyal konektor serial DB-9
Nomor
|
Nama Sinyal
|
Direction
|
Keterangan
|
Pin
|
|||
1
|
DCD
|
In
|
Data Carrier
Detect / Received
|
Line Signal
Detect
|
|||
2
|
RxD
|
In
|
Receive Data
|
3
|
TxD
|
Out
|
Transmit Data
|
4
|
DTR
|
Out
|
Data Terminal
Ready
|
5
|
GND
|
-
|
Ground
|
6
|
DSR
|
In
|
Data Set Ready
|
7
|
RST
|
Out
|
Request to
Send
|
8
|
CTS
|
In
|
Clear to Send
|
9
|
RI
|
In
|
Ring Indicator
|
Keterangan
mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB-9 sebagai berikut :
· Received Line
Signal Detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal
masukan ada data masuk.
· Receive Data,
digunakna DTE menerima dat dari DCE.
· Transmit Data,
digunakan DTE mengirimkan data ke DCE.
· Data Terminal
Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya.
· Signal Ground,
saluran ground.
· Ring Indicator,
pada saluran ini DCE memberi tahu ke
DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki
hubungan dengannya.
· Clear To Send,
dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai mengirim data.
· Reques To Send,
dengan saluran ini DCE diminta untuk mengirim data oleh DTE.
· DCE Ready,
sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan
bahwa DCE sudah siap.
Untuk dapat
menggunakan port serial kita perlu mengetahui alamatnya. Biasanya tersedia dua
port serial pada CPU, yaitu COM1 dan COM2. Base address COM1 biasanya adalah
1016 (3F8h) dan COM2 biasanya 760 (2F8h). Alamat tersebut adalah alamat yang
biasa digunkna, tergantung dari komputer yang dipakai, untuk tepatnya kita bisa
melihat pada peta memori tempat menyimpan alamat tersebut, yaitu memori
0000.0400h untuk base address COM1 dan memori 0000.0402h untuk base address
COM2.
Setelah
mengetahui base address-nya maka kita dapat menentukan alamat register-register
yang digunakan untuk komunikasi port serial ini. Berikut adalah tabel
register-register tersebut beserta alamatnya.
TABEL 3.2. Nama register
yang digunakan beserta alamatnya.
Nama register
|
COM1
|
COM2
|
TX Buffer
|
3F8h
|
2F8h
|
RX Buffer
|
3F8h
|
2F8h
|
Baud rate Divisor Latch LSB
|
3F8h
|
2F8h
|
Baud rate Divisor Latch MSB
|
3F9h
|
2F9h
|
Interrupt Enable Register
|
3F9h
|
2F9h
|
Interrupt Identification Register
|
3FAh
|
2FAh
|
Line Control Register
|
3FBh
|
2FBh
|
Modem Control Register
|
3FCh
|
2FCh
|
Line Status Register
|
3FDh
|
2FDh
|
Modem Status Register
|
3FEh
|
2FEh
|
Keterangan
mengenai fungsi register-register tersebut sebagai berikut:
·
RX Buffer, digunakan
untuk menampung dan menyimpan data dari DCE.
·
TX Buffer, digunakan
untuk menampung dan menyimpan data yang akan dikirim ke port serial.
·
Baud rate
Divisor Latch LSB,
digunakan untuk menampung byte bobot rendah untuk pembagi clock pada IC UART
agar dapat baud rate yang tepat.
·
Baud rate
Divisor MSB, digunakan
untuk menampung byte bobot rendah untuk pembagi clock pada IC UART sehingga
total angka pembagi adalah 4 byte yang dapat dipilih dari 0001h sampai FFFFh.
Berikut adalah table angka pembagi yang sering digunakan :
TABEL 3.3. Angka pembagi clock pada
IC UART
Baud Rate (bit/detik)
|
Angka pembagi
|
300
|
0180h
|
600
|
0C00h
|
1200
|
0060h
|
1800
|
0040h
|
2400
|
0030h
|
4800
|
0018h
|
9600
|
000Ch
|
Sebagai catatan bahwa register Baud Rate
Divisor Latch ini bisa isi jika bit 7 pada register Line Cotrol Register diisi
1.
·
Interrupt Enable
Register, digunakan
untuk mengeset interupsi apa saja yang akan dilayani komputer. Berikut adalah
table rincian bit pada Interrupt Enable Register :
TABEL 3.4. Rincian bit pada
Interrupt Enable Register
Nomor bit
|
Keterangan
|
0
|
1 : Interupsi
akan diaktifkan jika menerima data
|
1
|
1 : Interupsi
akan diaktifkan jika register Tx kosong
|
2
|
1:
Interupsi diaktifkan jika ada perubahan keadaan pada Line Status register
|
3
|
1: Interupsi
diaktifkan jika ada perubahan keadaan pada Modem Status register
|
4,5,6,7
|
Diisi 0
|
·
Interrupt
Identification Register, digunakan
untuk menentukan urutan prioritas interupsi. Berikut adalah table rincian bit
pada Interrupt Identification Register :
TABEL
3.5. Rincian bit pada Interrupt Identification Register
Nomor bit
|
Keterangan
|
0
|
0 : Interupsi
menunggu
|
1 : No
interrupt pendding
|
|
00 : Prioritas
tertinggi oleh Line Status Register
|
|
1 dan 2
|
01
: Prioritas tertinggi oleh register Rx jika menerima data
|
10 : Prioritas
tertinggi oleh register Tx jika telah kosong
|
|
11 : Prioritas
tertinggi oleh Modem Status Register
|
|
3,4,5,6,7
|
Diisi 0
|
·
Line Control
Register, digunakan untuk menentukan jumlah bit data,
jumlah bit parity, jumlah bit stop, serta untuk menentukan apakah baud rate
divisor dapat diubah atau tidak. Berikut adalah tabel rincian bit pada Line
Control Register :
TABEL 3.6. Rincian bit pada Line
Control Register
Nomor bit
|
Keterangan
|
Jumlah bit
data
|
|
00 : Jumlah
bit data adalah 5
|
|
0 dan 1
|
01 : Jumlah
bit data adalah 6
|
10 : Jumlah
bit data adalah 7
|
|
11 : Jumlah
bit data adalah 8
|
|
Bit Stop
|
|
2
|
0
: Jumlah bit stop adalah 1
|
1 : Jumlah bit
stop adalah 1,5 untuk 5 bit data dan 2 untuk
6
|
|
hingga 8 bit data
|
|
Bit Pariti
|
|
3
|
0
: Tanpa pariti
|
1 : Dengan
pariti
|
|
0 : Pariti
ganjil
|
|
4
|
1
: Pariti genap
|
5
|
1
: Bit parity ikut dikirimkan (stick parity)
|
6
|
0 : Set break
control tidak diaktifkan
|
1
: Set break control diaktifkan
|
|
7
|
0 : Baud rete
divisor tidak dapat diakses
|
1
: Baud rete divisor dapat diakses
|
·
Modem Control
Register, digunakan
untuk mengatur saluran pengatur modem, terutama saluran DT R dan saluran RST. Berikut adalah table rincian bit
pada Modem Control Register.
TABEL 3.7 Rincian bit pada Modem
Control Register
Nomor bit
|
Keterangan
|
Bit DTR
|
|
0
|
0 : Saluran
DTR diaktifkan (aktif 0)
|
1 : Saluran
DTR dibuat normal (tidak aktif)
|
|
Bit RST
|
|
1
|
0
: Saluran RST diaktifkan (aktif 0)
|
1 : Saluran
RST dibuat normal (tidak aktif)
|
|
Bit OUT1, digunakan untuk penghubung ke
perangkat lain,
|
|
2
|
Dapat
dibuat logika high atau logika low. Secara normal tidak
digunakan.
|
3
|
Bit OUT2, digunakan untuk penghubung ke
perangkat lain,
dapat
dibuat logika high atau logika low.
|
4
|
0
: Loop back internal diaktifkan
1: Loop back internal tidak diaktifkan
|
5,6,7
|
Diisi 0
|
·
Line Status
Register, digunakan
untuk menampung bit-bit yang menyatakan keadaan penerimaan atau pengiriman data
dan status kesalahan operasi. Berikut adalah table rincian bit pada Line Status
Register.
TABEL 3.8 Rincian bit pada Line
Status Register
Nomor bit
|
Keterangan
|
0
|
1 : Menyatakan
adanya data masuk pada buffer Rx
|
1
|
1
: Data yang masuk mengalami overrun
|
2
|
1:
Terjadi kesalahan pada bit framing
|
3
|
1:
Terjadi kesalahan framing
|
4
|
1: Terjadi Break Interupt
|
5
|
1: Menyatakan
bahwa register Tx telah kosong
|
6
|
1: Menyatakan
bahwa Transmitter Shift Register telah kosong
|
7
|
Diisi 0
|
·
Modem Status
Register, digunakan
untuk menampung bit-bit yang menyatakan status dari saluran hubungan dengan
modem. Berikut adalah tabel rincian bit pada Modem Status Register :
TABEL 3.9 Rincian bit pada Modem
Status Register
Nomor bit
|
Keterangan
|
0
|
1 : Menyatakan
adanya perubahan keadaan di saluran Clear to Send (CTS)
|
1
|
1
: Menyatakan adanya perubahan keadaan di saluran Data Set Ready (DSR)
|
2
|
1: Menyatakan
adanya perubahan keadaan di saluran Ring Indicator (RI) dari Low ke high
|
3
|
1: Menyatakan
adanya perubahan di saluran Receive Line Signal Detect (DCD)
|
4
|
1: Menyatakan saluran Clear to Send
(CTS) sudah dalam keadaan aktif
|
5
|
1: Menyatakan
saluran Data Set Ready (DSR) sudah dalam keadaan aktif
|
6
|
1: Menyatakan
saluran Ring indicator (RI) sudah dalam keadaan aktif
|
7
|
1: Menyatakan
saluran Receive Line Signal Detect (DCD) sudah dalam keadaan aktif
|
Contact Person : Taufik Adi Sanjaya
No HP / Whats App : 0823 2613 3990
PIN BBM 5983E244
PIN BBM 5983E244
Alamat : Jalan Imogiri Timur KM 11,
Blawong 1 , RT 01, Trimulyo, Jetis, Bantul 55781.
Anda membutuhkan komponen elektronik , Arduino, Sensor, Tutorial(paket belajar), jasa pembuatan alat berbasis mikrokontroler, kendali lampu via jaringan LAN, dan sebagainya ? anda dapat membelinya di www.kedaiarduino.com





0 Reviews
Silakan dikomentari