Read more
Liquid Cristal Display (LCD)
LCD
merupakan salah satu perangkat penampil yang sekarang ini mulai banyak
digunakan. Penampil LCD mulai dirasakan menggantikan fungsi dari penampil CRT (Cathode Ray Tube),
yang sudah berpuluh-puluh tahun digunakan manusia sebagai penampil gambar atau
text baik monokrom (hitam dan putih), maupun yang berwarna. Teknologi LCD
memberikan lebih keuntungan dibandingkan dengan teknologi CRT, karena pada
dasarnya, CRT adalah tabung triode yang digunakan sebelum transistor ditemukan.
Beberapa keuntungan LCD dibandingkan dengan CRT adalah konsumsi daya yang
relatif kecil, lebih ringan, tampilan yang lebih bagus, dan (menurut penulis)
ketika berlama-lama di depan monitor, monitor CRT lebih cepat memberikan
kejenuhan pada mata dibandingkan dengan LCD.
LCD
memanfaatkan silikon atau galium dalam bentuk kristal cair sebagai pemendar
cahaya. Pada layar LCD, setiap matrik adalah susunan dua dimensi piksel yang
dibagi dalam baris dan kolom. Dengan demikian, setiap pertemuan baris dan kolom
adalah sebuah LED terdapat sebuah bidang latar (backplane), yang merupakan lempengan kaca bagian belakang dengan
sisi dalam yang ditutupi oleh lapisan elektroda transparan. Dalam keadaan
normal, cairan yang digunakan memiliki warna cerah. Daerah-daerah tertentu pada
cairan akan berubah warnanya menjadi hitam ketika tegangan diterapkan antara
bidang latar dan pola elektroda yang terdapat pada sisi dalam lempeng kaca
bagian depan.
Keunggulan
LCD adalah hanya menarik arus yang kecil (beberapa mikro ampere), sehingga alat
atau sistem menjadi portable karena
dapat menggunakan catu daya yang kecil. Keunggulan lainnya adalah tampilan yang
diperlihatkan dapat dibaca dengan mudah di bawah terang sinar matahari. Di
bawah sinar cahaya yang remang-remang atau dalam kondisi gelap, sebuah lampu
(berupa LED) harus dipasang di belakang layar tampilan.
LCD
yang digunakan adalah jenis LCD yang menampilkan data dengan 2 baris tampilan
pada display.
Keuntungan dari LCD ini adalah:
1.
Dapat menampilkan
karakter ASCII, sehingga dapat memudahkan untuk membuat program tampilan.
2.
Mudah dihubungkan
dengan port I/O karena hanya menggunakan 4 bit data dan 3 bit
kontrol.
3.
Ukuran modul yang
proporsional.
4.
Daya yang digunakan
relatif sangat kecil.
Operasi
dasar pada LCD terdiri dari empat, yaitu instruksi mengakses proses internal, instruksi menulis data,
instruksi membaca kondisi sibuk, dan instruksi membaca data. ROM pembangkit
sebanyak 192 tipe karakter, tiap karakter dengan huruf 5x7 dot matrik. Kapasitas pembangkit RAM 8
tipe karakter (membaca program), maksimum pembacaan 80x8 bit tampilan data.
Perintah utama LCD adalah
Display Clear, Cursor Home, Display ON/OFF, Cursor
ON/OFF, Display
Character Blink, Cursor Shift, dan Display Shift.
LCD 2x16 memiliki 16
pin yang dipergunakan dalam interface
atau antarmuka dengan mikrokontroler. Tabel berikut menunjukkan fungsi dari pin-pin yang terdapat dalam sebuah LCD
2x16
Tabel Fungsi pin LCD
No.
|
Simbol
|
Fungsi
|
1
|
V SS
|
Ground
|
2
|
V DD
|
Vcc 5 volt
|
3
|
V EE
|
Kontras
|
4
|
RS
|
Select data / instruksi
|
5
|
R/W
|
Baca / Tulis
data
|
6
|
E
|
Enable
|
7
|
D0
|
Data 0
|
8
|
D1
|
Data 1
|
9
|
D2
|
Data 2
|
10
|
D3
|
Data 3
|
11
|
D4
|
Data 4
|
12
|
D5
|
Data 5
|
13
|
D6
|
Data 6
|
14
|
D7
|
Data 7
|
15
|
A
|
+
|
16
|
K
|
-
|
Lapisan
film yang berisi kristal cair diletakkan di antara dua lempeng kaca yang telah
ditanami elektroda logam transparan. Saat tegangan dicatukan pada beberapa
pasang elektroda, molekul-molekul kristal cair akan menyusun diri agar cahaya
yang mengenainya akan dipantulkan atau diserap. Dari hasil pemantulan atau
penyerapan cahaya tersebut akan terbentuk pola huruf, angka, atau gambar sesuai
bagian yang diaktifkan.
LCD
membutuhkan tegangan dan daya yang kecil sehingga sangat populer untuk
aplikasi pada kalkulator, arloji digital, dan instrumen elektronik lain seperti Global Positioning System
(GPS), bargraph display, dan
multimeter digital. LCD umumnya dikemas dalam bentuk Dual In-line Package
(DIP) dan mempunyai kemampuan untuk menampilkan beberapa kolom dan baris dalam
satu panel. Untuk membentuk pola, baik karakter ataupun gambar, pada kolom dan
baris secara bersamaan digunakan metode
screening. Metode screening
adalah mengaktifkan daerah perpotongan suatu kolom dan suatu baris secara
bergantian dan cepat sehingga seolah-olah aktif semua. Penggunaan metode ini
dimaksudkan untuk menghemat jalur yang digunakan untuk mengaktifkan panel LCD.
Saat
ini telah dikembangkan berbagai jenis LCD, mulai jenis LCD biasa, Passive-Matrix LCD
(PMLCD), hingga
Thin-Film Transistor Active - Matrix
LCD (TFT-AMLCD). Kemampuan LCD juga telah ditingkatkan, dari yang monokrom
hingga yang mampu menampilkan ribuan warna (Afrie Setiawan, 2011). (Afrie
Setiawan, 2011)




0 Reviews
Silakan dikomentari